Review Mandiri Perilaku Organisasi
MOTIVASI KARYAWAN
Lia Amelia (21031015), Institut Manajemen Wiyata Indonesia
Dalam sebuah organisasi bisnis dan kerja, tentunya karyawan adalah sosok yang memegang peranan penting untuk menggerakkan bisnis bersama-sama dengan tim dalam meraih tujuan perusahaan. Tidak heran jika motivasi karyawan menjadi hal yang tidak kalah penting untuk diperhatikan dalam setiap manajemen perusahaan. Karena jika karyawan memiliki motivasi kerja yang bagus, maka produktivitas kerja juga akan meningkat.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian motivasi adalah dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu. Weiner (1990) juga menyebutkan bahwa motivasi adalah kondisi internal yang membangkitkan kita untuk bertindak, mendorong kita mencapai tujuan tertentu, dan membuat kita tetap tertarik dalam kegiatan tertentu. Tujuannya adalah untuk menggerakkan atau menggugah seseorang agar secara sadar dan sengaja timbul keinginan dan kemampuannya untuk melakukan sesuatu sehingga dapat memperoleh hasil dan mencapai tujuan yang diinginkan.
Motivasi karyawan adalah suatu rasa atau dorongan semangat yang memacu individu untuk bekerja lebih baik lagi dari sebelumnya, dan memberikan kinerja terbaik demi meraih suatu tujuan yang diharapkan. Tentunya, motivasi karyawan yang tinggi akan membawa dampak positif bagi kemajuan perusahaan dan perkembangan karyawan itu sendiri. Hal ini mendorong banyak pihak manajemen perusahaan untuk berfokus dan mulai semakin peduli terhadap motivasi karyawan.
Model Karakteristik Pekerjaan dan Cara Memotivasi dengan Mengubah Lingkungan Kerja
- Dimensi inti darimodel karakteristik pekerjaan (JCM)dapat digabungkan menjadi satu indeks prediktif yang disebutmemotivasi skor potensial (MPS).
- Bukti mendukung konsep JCM bahwa kehadiran serangkaian karakteristik pekerjaan memang menghasilkan kinerja pekerjaan yang lebih tinggi dan lebih memuaskan.
- Beberapa penelitian telah menguji JCM dalam budaya yang berbeda, tetapi hasilnya tidak terlalu konsisten.
Untuk menjadi tinggi dalam memotivasi potensi, pekerjaan harus tinggi pada setidaknya salah satu dari tiga faktor yang mengarah ke pengalaman kebermaknaan dan tinggi pada otonomi dan umpan balik. Jika pekerjaan mendapat skor tinggi pada potensi motivasi, model memprediksi motivasi, kinerja, dan kepuasan akan meningkat dan ketidakhadiran dan pergantian akan berkurang.
Tindakan Keterlibatan Karyawan yang Dapat Memotivasi Karyawan
Keterlibatan Karyawan adalah proses partisipatif yang menggunakan masukan karyawan untuk meningkatkan komitmen mereka terhadap keberhasilan organisasi.
Contoh Program Keterlibatan Karyawan :
1. Manajemen partisipatif
- Pengambilan keputusan bersama.
- Bertindak sebagai obat yang ampuh untuk moral yang buruk dan produktivitas yang rendah.
- Kepercayaan dan keyakinan pada pemimpin sangat penting.
- Studi kinerja partisipasi telah menghasilkan hasil yang beragam.
2. Partisipasi perwakilan
Pekerja diwakili oleh sekelompok kecil karyawan yang benar-benar berpartisipasi dalam pengambilan keputusan.
Manfaat Motivasi dari Imbalan Intrinsik
Imbalan Intrinsik adalah program pengakuan karyawan. Organisasi semakin menyadari bahwa penghargaan kerja yang penting dapat bersifat intrinsik dan ekstrinsik. Imbalan bersifat intrinsik berupa program pengakuan karyawan dan ekstrinsik berupa sistem kompensasi. Insentif finansial mungkin lebih memotivasi dalam jangka pendek, tetapi imbalan non finansial lebih penting dalam jangka panjang.
Implikasi bagi Manajer
- Mengenali perbedaan individu. Luangkan waktu yang diperlukan untuk memahami apa yang penting bagi setiap karyawan. Rancang pekerjaan untuk menyelaraskan dengan kebutuhan individu dan memaksimalkan potensi motivasi mereka.
- Gunakan tujuan dan umpan balik. Manajer harus memberi karyawan tujuan yang tegas dan spesifik, dan mereka harus mendapatkan umpan balik tentang seberapa baik mereka mencapai tujuan tersebut.
- Memungkinkan karyawan untuk berpartisipasi dalam keputusan yang mempengaruhi mereka. Karyawan dapat berkontribusi untuk menetapkan tujuan kerja, memilih paket tunjangan mereka sendiri, dan memecahkan masalah produktivitas dan kualitas.
- Tautkan penghargaan dengan kinerja. Penghargaan harus bergantung pada kinerja, dan karyawan harus memahami hubungan antara keduanya.
- Periksa sistem untuk ekuitas. Karyawan harus memahami bahwa pengalaman, keterampilan, kemampuan, usaha, dan masukan jelas lainnya menjelaskan perbedaan dalam kinerja dan karenanya dalam pembayaran, penugasan pekerjaan, dan imbalan nyata lainnya.
Komentar
Posting Komentar